Rabu, 21 November 2012

Kegagalan itu Bagian dari Hidup


       Setelah lulus dari SMA pada tahun 2009, aku memutuskan untuk mengikuti tes SNMPTN atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Aku mengikuti tes itu bersama teman-teman ku di sebuah SMK. Hasil dari tes itu diumumkan sebulan kemudian, dan ternyata aku diterima di salah satu Perguruan Tinggi Negeri . Aku senang mendengar berita tersebut. Keesokan harinya, aku melakukan registrasi ulang dan melakukan tes kesehatan. Tetapi Tuhan tidak mengijinkan, aku tidak diterima karena suatu hal.
Akhirnya aku memutuskan untuk kuliah di sebuah Sekolah Tinggi Swasta. Aku mendapatkan cukup banyak teman dan aku merasa nyaman belajar di sana. Tetapi itu hanya beberapa bulan. Aku mulai malas – malasan kuliah karena jarak dari rumah ke kampus lumayan jauh. Aku sering bolos kuliah, dan akhirnya aku mendapat nilai yang buruk di semester awal. Di semester 2, aku memutuskan untuk berhenti kuliah walaupun orang tua tidak mengijinkan.
           Selama setahun lebih aku menganggur. Kerjaan aku hanya tidur, makan, dan main. Aku merasa seperti orang bodoh karena tidak memiliki kegiatan yang positif.
         Tante ku pun memberi saran untuk melamar menjadi TNI atau Tentara Nasional Indonesia. Aku cukup ragu karena badan ku terlalu gendut. Tetapi aku tetap berusaha untuk mengecilkan badan dan berlatih fisik. Aku dilatih oleh bawahan tante ku. Setiap hari aku diajak lari, latihan sit up, push up, pull up, dan lainnya. Tetapi aku belum bisa pull up atau angkat badan, karena berat badan ku yang berlebih. Tidak sampai satu bulan berlatih, tes pun diadakan. Aku mengikuti tes tersebut, dan aku tidak lolos karena aku tidak bisa pull up sama sekali.
Aku bingung hendak bagaimana lagi. Waktu itu ada tawaran dari teman utuk melamar menjadi Pegawai Negeri Sipil Badan SAR Nasional. Tetapi orang tua tidak mengijinkan. Aku pun menganggur lagi. Akhirnya aku bercerita masalah ku ini ke teman – teman yang lebih tua dan yang sudah bekerja. Mereka menyarankan agar aku mengulang kuliah lagi. Mereka menyarankan begitu karena melihat orang tua ku masih mampu untuk membiayai kuliah dan umur ku masih muda. Aku pun bercerita kepada orang tua ku, mereka juga mendukung bila aku memutuskan untuk kuliah lagi. Akhirnya aku memutuskan kuliah di luar kota.

Tidak ada komentar: