Setelah
lulus dari SMA pada tahun 2009, aku memutuskan untuk mengikuti tes SNMPTN atau
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Aku mengikuti tes itu bersama
teman-teman ku di sebuah SMK. Hasil dari tes itu diumumkan sebulan kemudian,
dan ternyata aku diterima di salah satu Perguruan Tinggi Negeri . Aku senang
mendengar berita tersebut. Keesokan harinya, aku melakukan registrasi ulang dan
melakukan tes kesehatan. Tetapi Tuhan tidak mengijinkan, aku tidak diterima
karena suatu hal.
Akhirnya aku memutuskan untuk
kuliah di sebuah Sekolah Tinggi Swasta. Aku mendapatkan cukup banyak teman dan
aku merasa nyaman belajar di sana. Tetapi itu hanya beberapa bulan. Aku mulai
malas – malasan kuliah karena jarak dari rumah ke kampus lumayan jauh. Aku
sering bolos kuliah, dan akhirnya aku mendapat nilai yang buruk di semester
awal. Di semester 2, aku memutuskan untuk berhenti kuliah walaupun orang tua
tidak mengijinkan.
Selama setahun lebih aku menganggur.
Kerjaan aku hanya tidur, makan, dan main. Aku merasa seperti orang bodoh karena
tidak memiliki kegiatan yang positif.
Tante ku pun memberi saran untuk
melamar menjadi TNI atau Tentara Nasional Indonesia. Aku cukup ragu karena badan
ku terlalu gendut. Tetapi aku tetap berusaha untuk mengecilkan badan dan
berlatih fisik. Aku dilatih oleh bawahan tante ku. Setiap hari aku diajak lari,
latihan sit up, push up, pull up, dan lainnya. Tetapi aku belum bisa pull up
atau angkat badan, karena berat badan ku yang berlebih. Tidak sampai satu bulan
berlatih, tes pun diadakan. Aku mengikuti tes tersebut, dan aku tidak lolos
karena aku tidak bisa pull up sama sekali.
Aku bingung hendak bagaimana lagi.
Waktu itu ada tawaran dari teman utuk melamar menjadi Pegawai Negeri Sipil Badan
SAR Nasional. Tetapi orang tua tidak mengijinkan. Aku pun menganggur lagi.
Akhirnya aku bercerita masalah ku ini ke teman – teman yang lebih tua dan yang
sudah bekerja. Mereka menyarankan agar aku mengulang kuliah lagi. Mereka
menyarankan begitu karena melihat orang tua ku masih mampu untuk membiayai
kuliah dan umur ku masih muda. Aku pun bercerita kepada orang tua ku, mereka
juga mendukung bila aku memutuskan untuk kuliah lagi. Akhirnya aku memutuskan
kuliah di luar kota.
